Usai Thawaf Jamaah Umroh Melaksanakan Sa’i

Setelah badan kembali segar dengan minum air zam-zam maka jamaah umroh pergi untuk menunaikkan sa’i, yaitu pergi ke bukit Shafa yang sekarang terletak didalam bagian Masjidil Haram. Ketika naik ke bukit Shafa membaca,

Jamaah umroh melakukan sa'i dari bukit shofa ke marwa
Jamaah umroh melakukan sa’i dari bukit shofa ke marwa

            “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang. Aku mulai dengan apa yang telah dimulai oleh Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Shafa dan Marwa sebagian dari syi’ar-syi’ar (tanda kebesaran) Allah. Barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah ataupun berumrah, maka tidak ada salahnya untuk melakukan sa’i pada keduanya (Shafa dan Marwa). Dan barangsiapa yang berbuat lebih baik lagi, maka sesungguhnya Allah Maha Menerima dan Maha Mengetahui”.

Setelah sampai di bukit Shafa, kemudian menghadap ke arah Ka’bah sambil membaca takbir dan tahlil, yaitu

            “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji bagi Allah, Allah Maha Besar atas segala sesuatu yang telah Allah memberi petunjuk kepada kami, segala puji bagi Allah atas segala sesuatu yang telah Allah memberi kuasa kepada kami, tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan dan pujian, Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan dengan kekuasaannya, dan Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu. Tidak ada Tuhan Selain Allah Yang Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya yang telah meluluskan janji-Nya, menolong hamba-Nya dan menghancurkan musuh dengan keesaan-Nya. Tidak ada Tuhan selain Allah dan kami tidak akan menyembah kecuali kepada-Nya dengan ikhlas dan menuruti agama-Nya walaupun orang-orang kaffir benci”.

Kemudian mulailah berjalan menuju bukit Marwa. Jangan berjalan ditengah-tengah karena tempat tersebut diperuntukkan bagi mereka yang menggunakan kursi roda. Disebelah kiri dan kanan terdapat air zam-zam yang sewaktu-waktu jika kita haus bisa meminumnya. Selama perjalanan sa’i membaca do’a,

            “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, dengan segala kebesaran-Nya. Segala puji bagi Allah dengan segala pujian-Nya yang tidak terhingga. Maha Suci Allah dengan pujian Yang Maha Mulia dari pagi dan petang. Bersujud serta bertasbih padanya sepanjang malam. Tidak ada Tuhan Selain Allah, Yang Maha Esa, yang menepati janji-Nya, membela hamba-Nya, yang menghancurkan segala musuh-musuh-Nya, tidak ada sesuatu yang mendahului-Nya ataupun yang terkemudian daripada-Nya. Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan dan Dia adalah Mahahidup kekal tiada mati dan tiada luput untuk selama-lamanya. Hanya pada kuasa-Nya terletak kebajikan, dan kepada-Nya-lah tempat kembali dan hanya Dia-lah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu”.

Ketika sampai di pal hijau, yaitu suatu tempat diantara Shafa dan Marwa yang ditandai dan diakhir dengan lampu berwarna hijau, bagi pria mulailah berlari-lari kecil (raml) sampai di pal hijau berikutnya, selanjutnya berjalan biasa sampai ke Bukit Marwa. Kawasan yang berada dibawah lampu hijau dulu merupakan suatu tempat yang disebut dengan Bathnul Wadi.

Diantara dua pilar hijau membaca doa,

            “Ya Allah ampunilah, sayangilah dengan rahmat-Mu, maafkanlah, muliakanlah serta hapuskanlah segala kesalahan yang Engkau ketahui dari dosa kami. Sesungguhnya engkau Maha Mengetahui apa saja yang kami sendiri tidak mengetahui. Sesungguhnya Engkau ya Allah Maha Tinggi dan Maha Mulia”.

Saat mendekati bukit Marwa, membaca doa seperti yang tertera di dalam Al-Qur’an,

            “Sesungguhnya Shafa dan Marwa adalah sebagian dari syi’ar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah ibadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya, dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui”. (al-Baqarah : 158)

(Doa ini dibaca setiap mendekati Shafa dan Marwa)

Ketika sampai di bukit Marwa kita menghadap ke arah Ka’bah, kemudian membaca takbir dan tahlil sebagaimana dilakukan di bukit Shafa.

Dalam melaksanakan sa’i tidak diharuskan suci dari hadats. Jika dijalan batal wudhu tidak perlu keluar untuk berwudhu karena memang tidak disyaratkan. Perjalanan dari Shafa ke Marwa dihitung satu kali putaran dan sebaliknya, sehingga 7 (tujuh) putaran itu berakhir di bukit Marwa. Dalam perjalanan sa’i bebas berdoa atau dzikir apa saja. Agar nyaman beribadah, saat ini area untuk sa’i dibangun tiga tingkat. Bisa dilantai dasar, lantai 2 maupun lantai 3. Dilantai 3 relatif sepi namun panas karena tidak beratap, meskipun lantai marmernya sendiri dingin.

Dalam ibadah umrah, sa’i dari bukit shofa ke bukit marwa sebanyak 7 kali merupakan rukun yang wajib dijalankan. Bila tidak dijalankan maka tidak syah umrahnya.

Untuk mendapatkan informasi paket umroh murah desember, Bapak Ibu bisa membuta link website www.perjalananumroh(dot)com. Ada banyak inforamsi seputar perjalaann dan ibadah umroh. Silakan semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *