Waktu Terbaik untuk Traveling ke Raja Ampat

travelling ke raja ampat

Traveling ke berbagai tempat wisata sepanjang waktu merupakan kegiatan yang menarik. Namun, tidak semua tempat bisa dikunjungi sepanjang waktu. Tempat-tempat wisata tertentu memiliki waktu-waktu khusus untuk bisa dikunjungi. Begitu juga dengan traveling ke Raja Ampat. Terdapat waktu-waktu khusus agar Anda bisa menikmati liburan di sini dengan maksimal. Kapankah waktu-waktu tersebut? Mari simak ulasannya dalam artikel ini.

Mengunjungi Raja Ampat baik dilakukan saat Anda memiliki waktu liburan yang panjang. Hal ini karena waktu tempuh ke Raja Ampat yang bisa jadi menghabiskan waktu seharian. Perjalanan dengan pesawat bisa menghabiskan waktu hingga delapan jam. Apabila waktu liburan Anda terlalu sempit, Anda tentu akan merasa kelelahan di tengah-tengah liburan. Selain itu, Anda tidak akan bisa menikmati semua spot wisata yang ditawarkan. Untuk itu, paling tidak Anda harus memiliki waktu liburan paling tidak 5 hari untuk traveling ke Raja Ampat. Dengan 5 hari liburan, maka Anda memiliki 2 hari untuk pulang pergi dari Raja Ampat dan menghabiskan waktu 3 hari mengeksplorasi Raja Ampat.

 

Anda bisa merencanakan untuk traveling ke Raja Ampat pada bulan Oktober dan November. Hal tersebut karena bulan tersebut adalah bulan teduh. Bulan teduh merupakan Bulan terbaik untuk menikmati keindahan Raja Ampat. Pada saat bulan teduh, Anda dapat menyaksikan paus, hiu, dan lumba-lumba di Raja Ampat. Bulan Desember hingga April juga bisa menjadi pilihan yang tepat sebab hembusan Angin tak terlalu kencang pada bulan-bulan ini. Cuaca pada bulan Desember hingga April di Raja Ampat juga cukup bagus. Ombak pada bulan-bulan tersebut tidak terlalu tinggi dan disertai dengan iklim tropis. Kondisi jalur udara cukup aman sehingga Anda bisa mendapatkan penerbangan tanpa gangguan berarti saat pergi ke Raja Ampat.

Di sisi lain, hindari untuk pergi ke Raja Ampat pada Bulan Juni hingga Agustus. Pada bulan-bulan ini, kondisi ombak di sekitar Raja Ampat sedang buruk. Ombak-ombak besar banyak mengganggu perjalanan laut. Ombak tersebut dapat mencapai ketinggian hingga 2 meter akibat adanya Angin Selatan. Hal ini tentu sangat berbahaya bagi wisatawan Raja Ampat. Apalagi melihat Raja Ampat yang wisatanya banyak melibatkan kendaraan laut. Wisata Raja Ampat biasanya diisi dengan mengarungi pulau demi pulau dengan menggunakan perahu dan melibatkan jalur laut. Demi aspek keamanan maka lebih baik Anda tidak mengunjungi Raja Ampat di bulan-bulan ini.

Itulah ulasan mengenai waktu terbaik untuk traveling ke Raja Ampat. Kini Anda bisa melihat kembali kalender kegiatan Anda untuk memilih waktu liburan ke Raja Ampat bersama keluarga. Jangan lupa untuk memesan tiket penerbangan sejak beberapa bulan sebelum keberangkatan. Hal ini agar Anda sekeluarga bisa mendapatkan harga penerbangan terbaik untuk berwisata.

Jalan-jalan ke Malang dan Batu, Sewa Mobil Lebih Hemat dan Efisien

Sesuai dengan judul di atas, apabila Anda ingin menikmati waktu liburan bersama keluarga dan orang-orang terkasih di Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu), Anda bisa menggunakan jasa rental atau sewa mobil murah di Malang – Batu. Dengan harga yang tergolong tidak mahal, kurang lebih 400-500 ribu per hari (dengan driver atau sopir). Dan bisa juga Anda dapatkan paket all-include atau paket yang sudah termasuk biaya bensin atau bahan bakar, parking, biaya makan driver, dan sebagainya.

rental-sewa-mobil-murah-malang-batu
Mengapa disarankan dengan driver? Karena dengan driver atau sopir, maka perjalanan Anda akan semakin efisien. Sopir lebih mengetahui jalur menuju tempat wisata, lebih memahami trafik, dan wawasan tentang tempat wisata dan oleh-oleh di tempat tujuan wisata, baik itu di Kota Malang, Kabupaten Malang, atau Kota Batu, Jawa Timur. Apabila kedatangan Anda di tempat pertemuan atau meeting point, biasanya di bandara, terminal, atau stasiun, Anda dengan mudah dapat menghubungi driver atau sopir tersebut untuk segera menyesuaikan dan mengatur jadwal perjalanan ke tempat-tempat tujuan Anda berwisata. Dan juga, jika Anda ingin untuk berhenti sejenak untuk beribadah, makan, buang hajat, atau keperluan lainnya, Anda bisa dengan mudah memberi instruksi pada sopir.

Armada mobil pun adalah mobil-mobil dengan seri terbaru. Agar perjalanan Anda dan orang-orang terkasihi, menjadi lebih aman, nyaman, dan bergengsi. Adapun mobil atau kendaraan yang disewakan adalah bermacam-macam jenisnya. Anda bisa sewa mobil Avanza, Innova, Ertiga, HiAce, Elf di Malang – Batu dengan mudah.

rental-sewa-mobil-toyota-innova-terbaru-murah-di-malang-batu
Kawasan wisata di Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu) mempunyai akses dan medan yang relatif tidak susah untuk dilalui mobil biasa. Apalagi saat ini jalur-jalur baru dan infrastuktur jalan semakin diperbagus oleh pemerintah setempat, sehingga para wisatawan tidak kesulitan untuk menuju tempat tujuan wisata. Karena, kebanyakan tempat-tempat wisata di Malang Raya yang merupakan tempat wisata alami adalah berupa gunung, air terjun, bukit, dan pantai. Semoga perjalanan Anda menjadi menyenangkan dan tak terlupakan.

Sejarah keberadaan obyek wisata Goa pindul

Pada awalnya Goa pindul hanyalah sebuah goa yang tidak terawat, tetapi sekarang Goa pindul sudah terkenal dan menjai salah satu andalan obyek wisata di daerah kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Karena ada terjalin kerjasama antara masyarakat sekitar dengan mahasiswa-mahasiswa yang melaksanakan pengabdian ke masyarakat di desa Bejiharjo untuk membersihkan kawasan tersebut. Sehingga sekarang Goa pindul dikembangkan menjadi obyek wisata karena keunikan yang dimiliki Goa tersebut. Keunikan Goa pindul salah satunya adalah terdapat aliran sungai di dalam Goa, selain itu di dalam Goa pindul terdapat bagian yang memiliki celah di atasnya. Kemudian setelah dikembangkannya obyelk wisata ini, pada tahun 2010 pemerintah Kabupaten Gunungkidul meresmikan Goa pindul sebagai salah satu obyek wisata.
sejarah-goa-pindul
Legenda Goa pindul yang dipercayai oleh masyarakat
Masyarakat sekitar percaya bahwa Goa pindul berawal dari kisah perjalanan Ki Juru Mertani dan Ki Ageng Pemanahan. Mereka adalah utusan Panembahan Senopati dari Kerajaan Mataram dan ditugaskan untuk mencari seorang bayi. Ketika Ki Juru Mertani dan Ki Ageng Pemanahan telah menemukan si bayi, kemudian mereka membawa bayi tersebut ke arah timur yang sekarang merupakan daerah Karangmojo. Suatu saat bayi tersebut tiba-tiba menangis, lantas mereka memandikan si bayi. Ketika Ki Juru Mertani mencoba naik ke atas bukit, seketika tanah yang dipijaknya pun runtuh karena kesaktiannya. Tanah yang runtuh tersebut membentuk sebuah lubang yang kemudian terdapat aliran air seperti sungai di dalamnya. Kemudian mereka membawa si bayi turun untuk dimandikan, disaat itu jugalah pipi si bayi terbentur batu yang ada di dalam Goa. Inilah awal mulanya penamaan Goa pindul dalam bahasa Jawa dan dapat diartikan pipi yang terbentur.
Legenda versi lain mengenai sejarah Goa pindul
Legenda atau cerita rakyat biasanya memiliki banyak versi karena tidak semua orang percaya akan legenda yang berkembang di masyarakat. Selain kisah perjalanan Ki Juru Mertani dan Ki Ageng Pemanahan yang mencari bayi, ada pula legenda lain yang di percaya menjadi awal mulanya Goa pindul. Masyarakat di sekitar Goa pindul mempercayai bahwa asal usul Goa pindul berawal dari perjalanan Joko Singlulung. Pada legenda ini, Joko melakukan perjalanan dan penelusuran melewati hutan, Goa dan sungai untuk mencari ayahnya. Ketika Joko menelusuri 7 Goa yang memiliki aliran sungai di dalamnya, kepala Joko terbentur oleh batu besar yang ada dalam Goa tersebut. berdasarkan kejadian tersebutlah kemudian nama Goa tempat dimana Joko terbentur dinamai Goa pindul yang dikenal oleh masyarakat seperti sekarang ini. Banyak versi mengenai sejarah awal mulanya Goa pindul ada. Percaya atau tidak akan legenda tersebut adalah hak semua orang. Namun, terlepas dari itu kita hanya dapat mengambil hikmahnya. Karena dengan begitu kita bisa menikmati keindahan alam yang telah diciptakan Tuhan untuk kita jaga dan rawat hingga anak cucu kita juga bisa menikmatinya.